FTTOke– Fakultas Tarbiyah dan Tadris melalui Program Studi Tadris Bahasa Inggris menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Ruang Aula Lantai III Fakultas Tarbiyah dan Tadris. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris serta mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education) dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan.
Workshop ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Program Studi Tadris Bahasa Inggris dalam mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan tinggi, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan kompetensi abad ke-21. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh penguatan konseptual dan praktis mengenai penyusunan perangkat pembelajaran berbasis OBE, sehingga implementasi kurikulum dapat dilaksanakan secara terarah, sistematis, dan berorientasi pada pencapaian capaian pembelajaran lulusan.

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Bapak Pebri Prandika Putra, M.Hum, menegaskan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi seluruh dosen dalam menghadapi pelaksanaan semester baru. Menurut beliau, keberhasilan implementasi OBE tidak hanya ditentukan oleh tersusunnya dokumen kurikulum, tetapi juga oleh kemampuan dosen dalam memahami filosofi, prinsip, serta mekanisme penerapannya secara menyeluruh.
Beliau menjelaskan bahwa implementasi OBE menuntut dosen untuk mampu menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan capaian pembelajaran, melakukan pemetaan Course Learning Outcomes (CLO) terhadap Program Learning Outcomes (PLO), merancang aktivitas pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), serta mengembangkan sistem asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi secara objektif dan terukur. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan menjadi forum akademik yang mampu memperkuat kapasitas dosen sekaligus menyamakan persepsi dalam implementasi kurikulum OBE. Dengan kesiapan yang semakin baik, Program Studi Tadris Bahasa Inggris optimistis dapat mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berdaya saing.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan lulusan yang unggul, profesional, dan mampu bersaing pada tingkat nasional maupun global. Beliau menegaskan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi pembelajaran, melainkan berfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa sebagai hasil akhir dari seluruh proses akademik.
Menurut beliau, keberhasilan pembelajaran harus diukur melalui ketercapaian kompetensi mahasiswa yang telah dirumuskan dalam capaian pembelajaran lulusan, sehingga setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap pembentukan profil lulusan. Kompetensi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika masyarakat yang terus berkembang. Oleh karena itu, seluruh dosen diharapkan mampu menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara optimal melalui penyelarasan antara capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan sistem evaluasi. Melalui workshop ini, Dekan berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, keterampilan abad ke-21, serta karakter yang kuat sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd sebagai narasumber utama yang memberikan materi mengenai konsep, filosofi, serta implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan pendidikan tinggi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa OBE merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan capaian hasil belajar (learning outcomes) sebagai orientasi utama dalam seluruh proses pendidikan. Oleh karena itu, setiap komponen pembelajaran, mulai dari penyusunan kurikulum, perancangan mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen, harus disusun secara terintegrasi dan selaras dengan profil lulusan yang ingin dicapai.
Selain penyampaian materi konseptual, narasumber juga memberikan pendampingan teknis kepada peserta mengenai penyusunan dokumen kurikulum berbasis OBE, pemetaan capaian pembelajaran lulusan, pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta penyusunan instrumen penilaian yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara valid, reliabel, dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Fakultas Tarbiyah dan Tadris berharap seluruh sivitas akademika, khususnya Program Studi Tadris Bahasa Inggris, memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap implementasi Kurikulum Outcome-Based Education. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia kerja, dan masyarakat.

Leave a Reply
Your email is safe with us.