FTTOke- Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 30 Juni 2026 bertempat di Aula Lantai III Fakultas Tarbiyah dan Tadris. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi PGMI dalam melakukan penguatan kurikulum yang selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes).

Workshop dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Pasmah Chandra, M.Pd.I., narasumber Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd., dosen di lingkungan Program Studi PGMI, serta mahasiswa yang turut berpartisipasi sebagai bagian dari proses penyempurnaan kurikulum yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., menyampaikan bahwa Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) merupakan momentum strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi PGMI. Menurut beliau, perubahan paradigma pendidikan tinggi menuntut setiap program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan, tetapi juga kompetensi yang terukur, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) menghadirkan paradigma baru dalam penyelenggaraan pembelajaran yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada hasil belajar mahasiswa. Setiap mata kuliah harus dirancang berdasarkan capaian pembelajaran yang jelas, sehingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi perkuliahan, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, bentuk penugasan, hingga sistem asesmen memiliki keterpaduan yang mampu mengantarkan mahasiswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan implementasi OBE tidak hanya diukur dari terselesaikannya proses perkuliahan, tetapi dari sejauh mana mahasiswa mampu menunjukkan kompetensi sesuai profil lulusan yang telah dirumuskan oleh program studi.
Di akhir sambutannya, Dekan berharap workshop ini dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi seluruh dosen dalam merancang kurikulum serta perangkat pembelajaran berbasis Outcome-Based Education. Dengan implementasi kurikulum yang berkualitas, diharapkan lulusan Program Studi PGMI memiliki kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.

Pada sesi utama workshop, Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber menyampaikan materi mengenai konsep, prinsip, dan implementasi Kurikulum Outcome-Based Education dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Beliau menjelaskan bahwa OBE merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai orientasi utama dalam seluruh proses akademik, mulai dari perumusan profil lulusan, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), penyusunan bahan kajian, hingga pengembangan strategi pembelajaran dan sistem asesmen.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE harus memperhatikan keterkaitan (constructive alignment) antara profil lulusan, capaian pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, serta instrumen evaluasi. Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus dirancang secara terpadu sehingga setiap aktivitas pembelajaran benar-benar mendukung pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.
Selain menyampaikan konsep teoretis, beliau juga memberikan pendampingan teknis kepada peserta dalam melakukan peninjauan dan penyelarasan dokumen kurikulum, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta perancangan asesmen yang sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education. Melalui diskusi interaktif dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran, peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu disempurnakan agar kurikulum Program Studi PGMI semakin responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pemangku kepentingan, serta tuntutan dunia kerja.

Beliau berharap implementasi Outcome-Based Education tidak hanya menjadi pemenuhan tuntutan akreditasi, tetapi mampu menjadi budaya akademik yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan demikian, lulusan Program Studi PGMI diharapkan memiliki kompetensi yang unggul, berdaya saing, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dasar, khususnya di lingkungan madrasah ibtidaiyah.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin mempertegas komitmennya dalam mewujudkan tata kelola akademik yang bermutu melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era global dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.

Leave a Reply
Your email is safe with us.