FTTOke- Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) Selasa tanggal 9 Juni 2026 menggelar rapat persiapan pembentukan program studi baru sebagai bagian dari upaya strategis pengembangan akademik dan transformasi kelembagaan menuju universitas yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat fakultas tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, tim penyusun program studi serta para mentor yang terlibat dalam proses penyusunan usulan program studi baru.
Rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari agenda pengembangan kelembagaan pasca transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Melalui forum tersebut, berbagai aspek terkait pembentukan program studi baru dibahas secara komprehensif, mulai dari kesiapan akademik, sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, hingga strategi penyusunan dokumen usulan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I Selaku Ketua Panitia Bapak Dr. Pasmah Chandra, M.Pd.I menyampaikan bahwa fakultas tengah mempersiapkan pembentukan fakultas baru yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Sebagai langkah awal, fakultas mengusulkan pembukaan dua program studi baru, yaitu Program Studi Farmasi dan Program Studi Statistika.
Beliau menjelaskan bahwa proses pengusulan pembukaan program studi baru telah dijadwalkan secara terstruktur dan akan dilaksanakan mulai 1 Juli 2026 hingga 15 Juli 2026. Oleh karena itu, seluruh tim yang terlibat diharapkan dapat mempersiapkan dokumen akademik dan administrasi secara maksimal agar proses pengajuan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Pembentukan Program Studi Farmasi dan Program Studi Statistika merupakan bagian dari langkah strategis universitas dalam memperluas bidang keilmuan yang dikembangkan. Kehadiran program studi ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal terbentuknya Fakultas Sains dan Teknologi yang mampu mendukung penguatan kapasitas akademik universitas di masa mendatang,” ungkap Wakil Dekan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris Selaku Penanggung Jawab Ibu Dr. Khairiah, M.Pd dalam arahannya menegaskan bahwa pembentukan program studi baru merupakan agenda prioritas universitas dalam mendukung proses transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Menurutnya, perubahan status kelembagaan harus diikuti dengan pengembangan program studi yang lebih beragam dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.
“Peralihan dari IAIN menjadi UIN menuntut adanya pengembangan program studi umum sebagai bagian dari penguatan identitas universitas yang integratif. Oleh karena itu, pembentukan program studi baru harus dirancang secara matang, memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat, serta memiliki prospek dan tingkat peminatan yang tinggi,” tegas Dekan.
Lebih lanjut, Dekan menekankan bahwa keberadaan Program Studi Farmasi dan Program Studi Statistika diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi calon mahasiswa serta memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penyusunan proposal dan dokumen akademik, kegiatan ini turut didampingi oleh para akademisi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan program studi sejenis. Tim penyusunan program studi mendapatkan pendampingan langsung dari Ketua Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Ibu apt. Resva Meinisasti, M. Farm dan Dosen Statistika Universitas Bengkulu (UNIB) Bapak Firdaus, S.Si, M. Stat yang bertindak sebagai mentor dalam proses pembentukan program studi.
Dalam sesi pemaparan, tim mentor memberikan berbagai masukan terkait penyusunan naskah akademik, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan sumber daya manusia, hingga strategi pemenuhan standar mutu yang dipersyaratkan dalam pembukaan program studi baru.

Perwakilan tim program studi menyampaikan bahwa proses penyusunan dokumen telah memasuki tahap penguatan substansi akademik dan analisis kebutuhan. Berbagai data pendukung terkait peluang pengembangan program studi, kebutuhan pasar kerja, serta potensi peminatan calon mahasiswa terus dihimpun sebagai bagian dari penguatan proposal usulan.
Melalui rapat persiapan ini, Fakultas Tarbiyah dan Tadris menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan akademik dan kelembagaan. Pembentukan Program Studi Farmasi dan Program Studi Statistika diharapkan tidak hanya menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi universitas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta penyediaan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut, pembagian tugas kepada tim penyusun, serta komitmen bersama untuk menyelesaikan seluruh dokumen yang diperlukan sesuai jadwal pengajuan yang telah ditetapkan. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, Fakultas Tarbiyah dan Tadris optimistis proses pembentukan program studi baru dapat berjalan dengan baik dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan universitas ke depan.

Leave a Reply
Your email is safe with us.